Ulasan Cerpen Historical Fiction
Oleh: Riana
Panembahan Podo, adalah sebuah cerpen Historical Fiction karya Suden Basayev (Anggota ODOP Bath 4)
Mengulas cerpen Historical Fiction adalah tugas kelas Fiksi ODOP Batch 7 pekan 3. Saya memilih cerpen Panembahan Podo karena memang cerpen ini tergolong cerpen ringan dan mudah dipahami, juga tatanan bahasa serta diksi yang memang tidak sulit untuk dimengerti. Semoga ulasan yang saya buat tidak mengecewakan penulisnya.
Panembahan Podo, sebuah cerpen Historical Fiction yang mengambil latar di Kerajaan Kediri dan Padepokan Kentang Sastra. Menceritakan keadaan Kerajaan Kediri yang sedang dibayang-bayangi pemberontakan. Penyebabnya adalah Prapu Kertajaya yang tak lain adalah Sang Raja yang terobsesi menjadi dewa yang mengharuskan dan menginginkan para siwa, para biksu, juga para pendeta agar menyembah dirinya. Sedangkan rakyat dan para siwa memberontak jika harus menyembah raja yang dianggap seorang Raja pemegang tampuk kekuasaan dengan kejam dan tidak adil.
Lakon dan Penokohan;
*Panembahan Podo; Seorang panembahan muda yang memiliki ilmu kanuragan yang memang sudah mumpuni. Bijaksana, dengan sikap pembawaan yang tenang dan berwawasan luas.
*Prabu Kertajaya; Seorang Raja yang congkak, pemegang tampuk yang kejam dan tidak adil.
*Pangeran Jayashaba; Seorang Pangeran yang tidak sabaran, juga arogan.
*Ken Arok; Seorang pemuda tegas yang akan berdiri memimpin barisan pemberontak melawan Prabu Kertajaya.
Adapun Peran Pembantu yaitu; Cantrik dan selusin prajurit.
Gaya dan Ejaan Bahasa Indonesi; Bapak Suden Basayev menulis cerpen Historical Fiction ini dengan gaya bahasa yang sangat lugas sehingga memudahkan pembaca untuk memahami makna serta isi dalam cerpen. Diksi yang terkandung juga tidak begitu susah untuk dicerna pembaca seperti saya yang masih sangat pemula dalam dunia Literasi.
Menurut saya, untuk ejaan Bahasa Indonesia sudah sesuai ejaan yang benar. Hanya saja ada sedikit typo dan tanda titik yang tidak sesuai.
Konflik dalam Cerpen;
Konflik di dalam cerpen yang ditulis oleh Bapak Suden Basayev adalah; Sebuah pemberontakan yang akan dilakukan oleh rakyat serta para siwa untuk menolak dan tidak mau menyembah Prabu Kertajaya sebagai Raja yang dianggap kejam dan tidak adil. Bayang-bayang pemberontakan telah meresahkan Kerajaan Kediri sehingga Sang Raja mengutus anaknya, Pangeran Jayashaba. Untuk menemuai Panembahan Podo agar mau bergabung dan mendukung obsesi Sang Raja. Namun, Pangeran Jayashaba ternyata tidak berhasil membujuk Panembahan Podo.
Klimaks dalam Cerpen;
Saya menyimpulkan klimaks dalam cerpen ini adalah ketika seorang pemuda bertubuh tegap tiba-tiba muncul di Padepokan Kentang Sastra setelah kepergian Pangeran Jayashaba beserta selusin prajuritnya. Seorang pemuda yang membuat para Cantrik saling bertarap dengan penuh tanda tanya. Ken Arok, itulah yang disebut Penembahan Podo ketika seorang Cantrik bertanya kepadanya siapa gerangan pemuda tegap tersebut. Dan Ken Arok-lah yang akan memimpin pemberontakan. Ken Arok-lah yang telah berhasil mengajak Panembahan Podo untuk bergabung dengannya juga dengan rakyat, tapi bukan untuk memberontak. Sebab Panembahan Podo tidak menginginkan perpecahan dan peperangan antara rakyat Kediri.
Secara keseluruhan, saya sendiri mengakui bahwa cerpen ini bisa dibilang cerpen ringan. Tapi, isi dan makna yang terkandung di dalamnya sangat bagus. Satu kata untuk Bapak Suden Basayev; Keren.
Sukses terus dalam karya, dan semoga saya pun ketularan seperti beliau, mampu menciptkan karya-karya yang menginspirasi pembaca.
Taichung, 11 Desember 2019
Tugas Kelas Fiksi Pekan 3
Mengulas Cerpen Historical Fiction
ODOP Batch7
One Day One Post


Langsung meluncur ke sini. Terima kasih lho, Mbak, sudah mau mengulas tulisan sederhana saya. Semangat terus ya!
BalasHapusMaaf loh, Pak. Aku bikin ulasannya begini🙈
HapusAku belum baca cerpen ini.. nanti kubaca juga..terima kasih mbak
BalasHapus