Review Buku adalah tugas tingkat 3 RCO (Reading Challenge Odop) dan ini merupakan buku kedua yang aku baca di tingkat 3. Yaitu membaca Buku Terjemahan kemudian membuat revisi tentang perbedaan dan persamaan antara kebudayaan yang ada dalam buku yang dibaca dengan kebudayaan Indonesia. Buku pertama yang aku baca adalah LOVE BEYOND REASON sebuah novel karya Sandra Brown.
Judul Buku: Burmese Days
Penulis: George Orwell
(Terbitan Penguin Books, 1986)
Penerjemah: Endah Raharjo
Penerbit: DIVA PRESS
(Anggota IKAPI)
i-x + 482 hlmn; 14 × 20 cm
ISBN 978-602-391-668-9
Novel
Buku ini menceritakan keadaan sebuah distrik miskin di Burma, yang dalam cengkeraman pemeruintah kolonial Inggris yang terkenal sebagai British-Burma_saat dibanjiri pekerjaan konstruksi, serdadu, pegawai pemerintah, dan pedagang India. Amarah warga pribumi yang membumbung tinggi pada orang-orang India itu tercermin pada dendam kesumat salah satu tokoh cerita, U Po Kyin sang kepala distrik Kyauktada, pada tokoh dokter sipil India yaitu dr. Veraswami.
- Tokoh utama lelaki adalah, Jhon Flory. Lelaki Inggris tengah baya dengan tembong mengerikan di pipi kirinya dan orang yang nyaris tak punya pengaruh apa pun meskipun dia bagian dari kekuasaan, sehingga usahanya itu berakhir sia-sia.
- Dalam novel ini ada empat tokoh perempuan. Dua perempuan dari bangsa kulit putih, yang satu istri pedagang kayu-pemabuk-peleceh dan keponakannya yang belia dan dianggap cantik. Dan dua lagi perempuan Burma, yang satu adalah gundik Flory dan satu lagi istri dari U Po Kyin. Empat perempuan ini begitu menggambarkan bagaimana nasib perempuan pada masa itu .
Kebudayaan di Burma banyak dipengaruhi oleh agama mayoritas yang dianut oleh masyarakatnya, yakni ajaran agama Budha. Masyarakat yang masih tergolong masyarakat golongan tradisional dengan penduduk yang ramah dan masih banyak dijumpai masyarakat yang masih memakai longyi (sarung; red) dan masih menghisap rokok dengan cerutu. Berbeda dengan kebudayaan di negara Indonesia yang memang sudah jarang sekali masyarakatnya memakai sarung jika bukan dalam waktu-waktu tertentu. Dan di negara Indonesia sendiri mayoritas masyarakatnya adalah penganut agama Islam.
Salah satu yang menarik dari kesenian tradisional masyarakat Burma adalah sebuah tarian yang disebut Bagan Periode Dance yang hampir mirip dengan kesenian tari tradisional di Indonesia. Namun yang membedakannya adalah gerakan tari Bagan Periode Dance lebih gesit dan beragam.
Taichung, 18 Desember 2019


Nyontek ya mak..wakwakwak
BalasHapus