Mengulik Kisah Emak Berdaster Dari Kota Ikhlas
Oleh: Riana
Anis Sustianing, perempuan kelahiran Kota Pemalang pada tanggal 20 Juli 1989. Tia adalah nama panggilannya, namun ada juga yang memanggil dengan nama Nisa. Putri dari pasangan Bapak Wasmad dan Ibu Susmini ini memiliki hobi membaca, ngemil yang manis-manis juga penyuka roti dan biskuit. Namanya pernah masuk dalam daftar komunitas one day one post Ramadhan Writing Challenge bersama saya ini ternyata memiliki riwayat hidup yang sangat menarik.
Tia pernah mengenyam bangku sekolah Dasar di SD Negeri 01 Sikasur dan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 01 Randudongkal. Selepas lulus dari bangku sekolah menengah kejuruan di SMK Negeri 01 Pemalang pada tahun 2007, Tia menghabiskan waktu menjadi seorang pramuniaga. Namun, bungsu dari tiga bersaudara ini juga menempuh kuliah non-reguler di Universitas Widya Dharma Klaten demi menambah ilmu. Hingga pada lulus tahun 2012 kemudian lebih memilih mengabdikan diri di sebuah sekolah taman Kanak-kanak. Jalan yang sedikit melenceng dari jurusan kuliahnya, yaitu pendidikan bahasa inggris tapi tetap ditekuninya hingga saat mengajar di TK itulah bertemu jodoh dan menikah pada tahun 2014. Rutinitasnya berubah menjadi seorang ibu rumah tangga sejati setelah anak pertamanya lahir.
Seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya bergelut waktu mengurus rumah juga kedua anaknya tidak menyurutkan minatnya untuk menulis. Dengan harapan bahwa apa yang ditulisnya bisa bermanfaat untuk yang membaca, juga punya impian dalam dunia literasi yaitu karyanya bisa wira-wiri di berbagai media cetak. Menulis bagi Tia sebagai sarana belajar, aktualisasi diri dan pengingat diri. Dengan menulis juga ingin berbagi kebaikan dengan orang lain. Menulis dikala anak sedang tidur malam hari adalah sebagai terapi jiwa.
Ibu dari dua anak ini mulai mengenal dunia literasi pada Agustus 2018, melalui komunitas Pejuang Literasi. Yang awalnya hanya suka membaca dan memendam keinginan untuk bisa menulis namun keyakinan telah mendorongnya untuk masuk dunia literasi dengan harapan akan memiliki banyak karya yang membanggakan.
Ibu dari Hanan Mumtaza El Faradisy (Hanan) dan Maritza Qotrunnada El Faradisy (Nada) ternyata sudah punya 4 buku antologi hasil di proyek NBB (nulis buku bareng) Pejuang Literasi, diantaranya:
- The Power of Daster
- Sekantong Kisah untuk si Penyejuk Hati jilid 2
- Father, a Warm Haearted Man
- Ibu, Satu Sapa Berjuta Cinta
- Celah Rindu (dalam proses)
- Antologi Bareng ODOP (dalam proses)
Memiliki motto hidup yang menarik yaitu "Belajar dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi."
"Semangat belajar untuk Mbak Tia, semoga apa yang dicita-citakan akan terwujud."
Jika ingin mengintip tulisan-tulisan dari Tia, silahkan klik http://anisasustianing.blogspot.com
Nama : Anisa Sustianing
Panggilan : Tia
Alamat : Sikasur Rt 04 Rw 04 Belik Pemalang
Alamat sekarang : Simpur Rt 02 Rw 04 Belik Pemalang (ikut suami)
TTL : Pemalang, 20 juli 1989
Agama: Islam
Pendidikan:
SD : SD Negeri 01 Sikasur
SMP Negeri 01 Randudongkal
SMA : SMK Negeri 1 Pemalang
KULIAH Univ Widya Dharma Klaten. Jur FKIP Pendidikan Bahasa Inggris
Hobi : Membaca, ngemil yang manis-manis. Suka roti, biskuit, dll.
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Minat : Menulis non-fiksi, artikel, kisah inspiratif, kisah based on true story
Bakat: Menulis
Status : Menikah
Biografi ini saya buat untuk melengkapi tantangan pekan terakhir dalam open recruitment anggota ODOP.
Taichung, 2 November 2019
Tantangan Pekan 8
Biografi
Konstantinopel
ODOP Batch7



Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah membaca karya recehan saya, apalagi jika mau meninggalkan jejak sebagai krisan atas karya saya yang masih recehan ini.