Judul buku: Burmese Days
Terbitan Penguin Books, 1986
Karya George Orwell

Burmese Days/ George Orwell; Penerjemah, Endah Raharjo; editor, Yudi Santoso-cet. 1 Yogyakarta: Diva Press, 2019

  i-x + 482 hlmn; 14 x 20 cm
  ISBN 978-602-391-668-9


Sebuah novel yang penuh ambisi menceritakan hari-hari di desa miskin di bawah jajahan kolonial Inggris. Burma.

Flory adalah lelaki Inggris dengan tembong mengerikan berbentuk bulan sabit di pipi kirinya. Seorang paruh baya yang terlunta-lunta hidupnya, kesepian. Kemudian dia bersahabat dengan seorang dokter berdarah India yang ingin menjadi bagian dari klub orang-orang kulit putih yaitu Dr. Veraswami. 

Namun, persahabatan antara keduanya ternyata menimbulkan keirian pada diri U Po Kyin, seorang kepala distrik yang melandaskan semua di atas nafsu duniawi. Keserakahan serta kelicikannya untuk bisa berdiri sejajar dengan orang kulit putih. Sanggup melakukan apa saja demi nafsunya itu.

Di tengah itu semua, kemudian muncul dua orang gadis yang berbeda latar belakang. Ma Hla May, seorang gadis muda berwajah eksotik, gadis pribumi yang telah Flory beli dari orangtuanya untuk dijadikan gundik sebagai pemuas nafsu serta pengisi kekosongan. Elizabeth, gadis muda berkebangsaan Inggris dengan gaya hidup yang sok kaya. Gadis itu rela menempuh perjalanan laut dengan jarak yang cukup jauh semata demi agar perutnya tidak kelaparan, yang kemudian jatuh ke pangkuan pamannya yang sangat bernafsu untuk menidurinya. 

Sebuah novel yang sangat menarik, menurutku. Dari novel ini, kita bisa tahu bagaimana kehidupan desa miskin yang dikuasai oleh orang kulit putih yang begitu membenci orang-orang pribumi. Buku ini cocok dibaca oleh orang yang gemar berdebat dalam dunia politisi. 


Taichung, 15 November 2019

Komentar

Postingan Populer