Terbungkus Penyesalan

Terbungkus Penyesalan
Oleh: Riana


Di pelataran malam masih kucumbu riangnya
Diantara jangkungnya gedung-gedung yang kokoh berdiri
Dengan binar cahaya beribu lampion kecil yang menyapu bumi

Sementara resah kian tebal membungkus atmaku
Harusnya aku membenahi sujudku di bumi sebelum ajal menyapaku
Agar lembar hidup yang usang kembali menjadi baru

Noda hidup biarlah terhapus, tak lagi ada lembar yang lusuh 
Karena tersentuh tangan yang berpeluh
Ayat-ayat yang dulu penuh dosa biarlah menjadi abadi di hati

Tapi kini…
Lembaran itu kian menjadi sebuah onggokan sampah tak berarti
Memaksa diri kembali merangkak untuk mengejar Rahmat Illahi Robbi

Mungkinkah usia kembali menghadirkan nyawa?
Agar kita kembali mensucikan diri
Sedang waktu tak mungkin dapat kita putar kembali


Raga kian terbungkus penyesalan atas segala dosa
Hanya doa yang selalu terpintal mengharap ridho Sang Pencipta
Agar dapat kembali mendekatkan diri kepada-Nya


Taichung, 16 Oktober 2019

Komentar

  1. tak apa menyesal hari ini
    sebagai bukti bahwa diri, mencintai Sang Ilahi
    kelak semua akan dipertanggungjawabkan di hari akhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul, Mbak. Terima kasih sudah mpir😊

      Hapus
  2. Bagus puisinya. Salam kenal dari London mbak. Grup london don maksudnya, hehehe

    BalasHapus
  3. Mari berhijrah bersama mbak..aku juga ingin menjadi lebih baik dari kemarin-kemarin..

    BalasHapus
  4. Allah Maha Pemaaf, Allah akan mengampuni orang orang yang bertaubat

    BalasHapus
  5. Semangat mbak Riana 😘😘
    Kerenn puisinya 😎

    BalasHapus
  6. Selalu suka dengan gaya penulisannya mbak Riana.. ❤❤❤❤❤

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca karya recehan saya, apalagi jika mau meninggalkan jejak sebagai krisan atas karya saya yang masih recehan ini.

Postingan Populer