Tamsui
Feature. Apa itu feature? Sebelumnya, mungkin saya pernah membuat tulisan jenis feature. Hanya saja mungkin karena saya masih belum paham dengan pengertian feature. Tapi setelah hampir 6 pekan saya nge-ODOP, akhirnya saya tahu pengertian tulisan jenis feature. Di pekan ke 6 ini, saya memang sudah menduga dan menebak tentang tema tantangan pekan ini (Hahaha … kaya dukun ya?) Tantangan kali ini membuat feature review tempat wisata di Indonesia. Loh, saya kok beda sendiri ya? Saya mencoba mereview tempat pariwisata di Taiwan, di mana saat ini memang saya berdomisili di Taiwan. Seandainya boleh membuat lebih dari 1 tempat wisata, dalam artian boleh dua tempat yaitu Taiwan dan Indonesia, maka saya akan mereview tempat wisata yang ada di daerah Brebes, tempat asal dan tanah kelahiranku. (Cieee … nanti dibilang maruk, eh kemaruk)
Siang hampir saja usai, matahari pun sudah mulai condong ke arah barat. Semburat jingga menggaris indah di atas sana, menyambut kedatanganku dan teman-teman di Tamsui. Kali ini, pantai menjadi tempat tujuanku dan teman-teman untuk berlibur melepas segala penat selama hampir satu bulan melakukan rutinitas, satu kali dalam satu bulan jatah kami berlibur. Setelah kurang lebih 40 menit melakukan perjalanan dari stasiun Taipei ke stasiun Tamsui yang melewati 18 stasiun kereta bawah tanah, kami pun tiba di stasiun yang menjadi pemberhentian kereta paling terakhir. Dengan biaya yang sangat murah, yaitu hanya menguras kocek sekitar 50 NTD atau sekitar Rp. 20.000. Tapi, di Taiwan selalunya menggunakan easy card. Karena dengan menggunakan kartu itu lebih memudahkan segala perjalanan kita di sini, baik menggunakan alat transportasi berupa: bus atau kereta.
Distrik Tamsui, adalah distrik yang terletak di tepi laut New Taipei City. Tempat yang paling populer untuk melihat keindahan matahari yang terbenam ke selat Taiwan. Tempat ini juga paling cocok untuk memanjakan mata juga memanjakan perut kita dengan berbagai macam kuliner khas pantai. Banyak sekali toko yang menjajakan oleh-oleh khas Tamsui. Di sini menjadi pusat oleh-oleh di Utara Taiwan. Banyak hiburan yang akan memanjakan mata dan telinga kita. Seperti biasanya jika sore menjelang, banyak pengunjung sengaja berdatangan untuk menikmati sepoy angin laut dan menyaksikan tenggelamnya matahari yang menandakan malam akan segera menjelma.
Bukan hanya berhenti di pinggiran pantai Tamsui saja, tapi kami juga masih berlanjut menyeberang ke suatu tempat yaitu Bali Sunset. Askes menuju Bali Sunset yaitu dengan menaiki kapal feri lokal dari Tamsui dengan harga tiket kapal yang sangat murah yaitu 39 NTD atau sekitar RP. 18.000. Setelah mengantri di loket pembelian tiket, kemudian kami mengantri di pinggiran pantai untuk masuk ke kapal. Di Bali Sunset ada tempat penyewaan sepeda untuk yang memang suka bersepeda mengelilingi pinggiran pantai dengan menikmati keindahan sunset yang sungguh menawan dan menyegarkan mata para pengunjung. Dan yang lebih menarik di sini adalah dengan adanya tulisan BALI yang begitu besar. Banyak para pengunjung yang berebut untuk mengambil gambar di sini untuk mengabadikan moment bahwa di Taiwan pun ada BALI. (Wah, berasa lagi pulang ke tanah air tercinta terus berlibur ke Bali)
Kami belum berhenti hanya sampai disini, masih ada tempat yang tidak kalah menariknya, yaitu Tamsui Fisherman's Wharf (Dermaga Nelayan Tamsui: red). Masih dengan menaiki kapal feri untuk menyeberang ke sini dari Tamsui. Tempat yang indah di barat Distrik Tamsui. Kita bisa melihat kapal-kapal nelayan yang sedang bersandar di tepian pantai. Ada yang menyebutnya dengan Danshui Yuren Matao (pelabuhan pemancingan ikan: red) adalah tempat pelabuhan memancing Tamsui kedua di tepi kanan sungai Tamsui yang merupakan pelabuhan perikanan penting dalam sejarah awal Taiwan Utara. Tempat ini juga merupakan titik pelayaran kapal pesiar Blue Highway.
Dari Dermaga kami menaiki anak tangga untuk sampai pada tempat yang menakjubkan yaitu Tamsui Love's Bridge (Jembatan Kekasih Tamsui: red). Bentuk jembatan yang menyerupai tiang dan tali temali kapal layar dengan panjang 196 meter dan dibuka pada 14 Februari 2003. Hanya membutuhkan waktu yang cukup pendek yaitu 3 menit untuk menyeberangi jembatan, kemudian sampai pada titik yang dituju yaitu sebuah tulisan Love yang merupakan lambang dari jembatan kekasih, di sini para pengunjung pun bisa ber-selfi sepuasnya. Ketika malam hari, di jembatan ini masih ramai pengunjung. Keindahan lampu yang menerangi jembatan di malam hari menjadi sebuah tujuan untuk berwisata di malam hari. Sayangnya, aku dan teman-teman tidak bisa berlibur hingga malam hari, tidak bisa mengabadikan keindahan jembatan di malam hari.
Sejarah Tamsui
Tamsui adalah sebuah kota pelabuhan tua di pinggiran sebelah kanan muara Sungai Tamsui. Dimana tempat ini pernah menjadi pos terdepan dari militer pasukan Barat dan Tiongkok. Bahkan di tempat ini banyak sekali peninggalan sejarah dengan arsitektur hingga detik ini masih berdiri kokoh. Tamsui memiliki jalur untuk pejalan kaki di sepanjang tepian pantai, dan jalur untuk pesepeda di tepian sungai. Bangunan toko-toko yang bergaya desain kuno juga memiliki beberapa kawasan mangrove yang tumbuh di bagian paling utara bumi Formosa.
Tantangan Pekan6
Feature
Review Tempat Pariwisata
ODOP Batch7
Konstantinopel








Keren bangeet featurenya π
BalasHapusApa adanya Teh, hihi hatur nuhun Tehπ
HapusAsyiknya...
BalasHapusπ
HapusWah keren mb riana... Jadi pengen ke taiwan
BalasHapussini mbak jalan2 ya jangan jadi tkw kaya sayaπ
HapusKeknya asyik ...π
BalasHapusThanks review keren-nya Teh Riana
Hihi terima kasih Neng
HapusWow mantap mba Riana
BalasHapusHihi asal bikin mbak
Hapus