Sepotong Asa dalam Hujan
oleh: Riana


Sumber gambar; Google


Ada saat aku pun ingin berdua saja denganmu bagai waktu lalu
Bersama menikmati secangkir kopi
Dengan alunan sholawat merdu mendayu
Teriring do'a yang terbisik kala rintik hujan membasah bumi


Tidak mengapa jika detik ini kita belum bisa duduk bersama
Meneguk kopi di pelataran malam ketika hujan menari dengan riangnya
Namun, aku takkan pernah rela
Jika kau hanya duduk diam teronggok sendiri
Dalam sepi yang menjejak di relung hati


Berbahagialah...
Dengan cinta rasa kopi yang akan kau teguk
Sebab, kau pun harus terus berputar layaknya kopi yang kau aduk
Agar kau mampu menembus kabir masa depan indah nan mabruk


Maka izinkan aku...
Jika kelak temu kembali menyatukan kita
Aku ingin terus menemanimu
Menghidu petrichor hingga senja menyapa usia kita


Biarlah saat ini hanya asa yang terajut kala hujan berserakan
Biarlah hujan menjadi saksi akan resah yang terus mendera atma
Namun, jangan pernah bosan untuk merindu. Kumohon jangan!
Hingga kelak temu akan menyudahi segala gundah yang kian menjejak benak kita



Taichung, 9 Oktober 2019


Hujan
Challenge
Tantangan Pekan 5
One Day One Post
ODOP Batch 7
Konstantinopel

Komentar

  1. Kok mesti keren ya mak puisimu, kata katanya itu loh...gimanaaaa gitu ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake hayalan tingkat tinggi sekali Maaak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

      Hapus

  2. Terenyuh baca puisinya...bagus

    BalasHapus
  3. Mbak Riana.. ❤❤❤❤❤❤ Bintang 5, puisinya meleleh bangeeetttt..

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca karya recehan saya, apalagi jika mau meninggalkan jejak sebagai krisan atas karya saya yang masih recehan ini.

Postingan Populer