Hidup Sesuai Kodrat dan Kewajiban
Hidup Sesuai Kodrat dan Kewajiban
Oleh: Riana
Pagi masih dikejutkan dengan suara gedoran pintu, kembali melaksanakan aktifitas setelah hampir 7 jam merehatkan raga serta pikiran. Bukan suara azan atau suara orang mengaji di surau atau masjid dekat rumah. Ya, kehidupan yang berbeda dari hidup kala di kampung. Menjadi minoritas di sebuah negara yang mayoritasnya non-muslim memang terkadang menjadi alasan serta kendala untuk selalu taat, tepat waktu pada perintah Allah. Menjalankan rukun Islam ke-dua. Apalagi dengan kesibukan yang luar biasa, bukan tidak mau meninggalkan pekerjaan barang lima menit saja untuk melaksanakan tanggung jawab kepada Rabb-ku. Tapi, Rabb pun lebih paham dengan keadaan.
Lalu bagaimana caranya membagi waktu untuk bekerja dan beribadah?
Bukan satu atau dua orang yang pernah bertanya tentang hal itu, lebih dari tiga orang tepatnya. Jadi, sepandai-pandainya kita saja membagi waktu. Mengira-ngira ketika jadwal kerja yang tidak bisa kita geser waktunya bertepatan dengan waktu shalat, dengan mempercepat atau terlebih dulu mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan untuk bekerja. Semisal: sore jadwal menyuntik kemudian memberi susu pada pasien yang bertepatan pas dengan waktu shalat Ashar. Nah, kita bisa mempersiapkan semuanya dulu 10 menit sebelum waktunya tiba. Jadi ketika pas waktu shalat Ashar tiba, bisa melaksanakan kewajiban terlebih dahulu kemudian baru mengerjakan tanggung jawab dalam pekerjaan.
Lantas untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan, apakah ada kendala?
Ya. Jelas ada. Apalagi aku di sini menjadi minoritas. Menjadi hal yang aneh menurut mereka. Secara di berbagai negara pasti beda waktu, di Taiwan sendiri ketika melaksanakan puasa yang artinya tidak makan dan minum selama hampir 15 jam. Menurut mereka jelas hal yang aneh, bahkan tidak jarang mereka bertanya: apakah tidak pingsan? Kenapa harus tidak makan dan minum?
Berbeda dengan negara Malaysia, Singapura, Brunei atau negara bagian Timur-Tengah yang memang mayoritasnya adalah Muslim. Sudah sememangnya kewajiban seorang muslim untuk melaksanakan rukun Islam. Menegakkan syariat Islam. Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangannya. Termasuk menutup aurat untuk setiap muslimah yang sudah baligh.
Eits, tapi jangan salah! Di Taiwan sekarang sudah banyak kemajuannya. Di stasiun-stasiun sekarang sudah disediakan tepat untuk shalat. Bahkan, ketika hari raya Idul Fitri tiba pun pemerintah Taiwan sangat berantusias memberi ruang dan waktu untuk merayakan hari raya umat muslim yaitu dengan mengadakan acara halal-bihalal, merayakan hari lebaran dengan makan bersama juga pembagian tunjangan hari raya (THR) yang diadakan oleh walikota Taipei (Ko Wen-Je).
Jadi, menjadi minoritas bukanlah sebuah alasan untuk tidak beribadah, tidak menutup aurat. Berada di negara yang budayanya kebarat-baratan, bukan berarti kita pun harus mengikuti budaya mereka. Menghargai lain dengan mengikuti. Menghargai memang sudah seharusnya kita menghargai perbedaan, adat serta budaya negara lain. Tapi, jika kita masih bisa menjadi ketimur-timuran, kenapa pula harus merubahnya?
Tapi bagaimanapun, tetap kembali pada individu masing-masing. Apapun itu, selagi kita berusaha menjadi baik, semoga kita akan tetap baik walaupun di mana kita berada. Seperti halnya aku, di sini hanya sedang menumpang. Berteduh sementara, namun pada akhirnya aku juga akan kembali pulang ke pelukan keluarga. Pulang kembali ke bumi yang kata banyak orang bumi Indonesia itu gemah ripah loh jinawi. Bukan begitu soal hidup? Pun dengan kehidupan di dunia yang hanya sementara, pada akhirnya kita pun akan kembali pada Sang Pemilik Raga. Jadi apapun alasannya, tetap beribadah adalah suatu kewajiban. Seberapa lama sih kita hidup di dunia? 50 tahun atau 60, atau 70 tahun? Jika kita tidak bisa hidup sesuai kodrat dan kewajiban, apa jadinya nanti jika kita sudah terbujur kaku di liang lahat? Astaghfirullah Hal Adzim.
Taichung, 28 Oktober 2019



Hidup hanya sementara ya, Mbak. Semoga kita senantiasa hidup dalam bimbingan Allah SWT. 😇
BalasHapusSelalu mengingat Allah di mana pun dan kapan pun..Maha Rahman Rahim
BalasHapus💙💙💙
BalasHapus🥰🥰🥰🥰🥰🥰 selalu love love dengan tulisannya Mbak Riana.. 😉
BalasHapusmb Riana tulisan real bangeet
BalasHapus"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku" (QS. Adz-Dzaariyaat ayat 56)
BalasHapusmangatssss selalu mom dengan ketangguhan wanita sejati hiii
BalasHapus