Tebus Weteng Daerah Brebes
Indonesia yang mayoritasnya adalah masyarakat majemuk yang memiliki banyak suku, ras, adat, budaya serta kepercayaan. Hal tersebut saling mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia yang memang banyak memiliki tradisi serta mitos juga upacara ajaran agama yang dipeluk oleh masyarakat Indonesia.
Seperti halnya di Brebes, banyak sekali tradisi yang memang sudah menjadi ritual turun temurun. Seperti dengan tebus weteng yang hingga saat ini masih dipercaya dan dilaksanakan oleh masyarakat Brebes. Tebus weteng atau kebuk atau mitoni yang artinya upacara atau ritual memohon do'a pada Gusti Allah untuk si jabang bayi yang ada di dalam perut ibu. Tebus weteng biasanya dilaksanakan ketika usia kandungan masuk 7 bulan.
Apa itu tebus weteng?
Tebus weteng yang artinya menebus perut; memohon do'a kepada Allah SWT agar si jabang bayi yang ada di perut si ibu mendapat keselamatan dan keberkahan. Do'a yang biasanya dipimpin oleh sesepuh agama, atau orang yang beriman agar si jabang bayi terlahir dengan selamat, menjadi manusia yang berguna untuk keluarga, banyak orang, bangsa dan terlebih berguna untuk agama.Ketika upacara tebus weteng berlangsung pasti akan disediakan ambeng.
Apa itu ambeng?
Ambeng adalah sesajen yang disajikan dengan berbagai makanan yang diperlukan untuk upacara tersebut. Makanan khas Brebes yang akan disajikan adalah; nasi, telor asin, ikan bandeng acar, tahu, tempe, bihun goreng, oreg tempe, ayam goreng, rengginang, dan yang paling khas adalah 'kluban' atau urab-uraban yang diolah dari berbagai sayur yang memang banyak tumbuh liar di daerah Brebes seperti; Kangkung, tronggong (kembang turi), daun turi, daun paceh, semanggen. Kluban merupakan makanan tradisional yang sangat lazim disediakan untuk syukuran oleh masyarakat Brebes.
Di atas ambeng biasanya ditancapkan rangkaian daun pisang yang membentuk lingkaran yang dihiasi bunga melati. Ada juga di ambengnya itu ditempel kertas yang digambar pertokohan wayang yang gagah dan ayu agar anak yang terlahir menjadi seorang yang gagah jika bayi yang terlahir laki-laki, dan menjadi ayu jika bayi yang terlahir perempuan.
Ada juga yang menggunakan labu sayur panjang yang digambar bentuk muka bayi, jika bayi perempuan maka akan dipakaikan kerudung agar kelak anak yang terlahir menjadi wanita yang Saleha.
Namun mayoritas orang Brebes ketika mengadakan acara tebus weteng biasanya mereka akan memberi tahu dengan menggunakan hiburan melalui sound sistem yang disewa. Dan masyarakat setempat pun akan berbodong-bondong datang membawa beras, mie, ada juga yang memberi amplop berisi uang. Dalam artian disini adalah seperti orang hajatan. Biasanya si penyumbang akan diberi berkat yang berisi; nasi dengan lauk pauknya, ikan asin, telor rebus, dan rujak tebus weteng.
Apa itu rujak tebus weteng?
Jadi, rujak tebus weteng itu makanan khas Brebes yang diwajibkan ketika masyarakat melaksanakan acara tebus weteng. Makanan ini adanya ya setiap ada yang melaksanakan acara tersebut. Rujak tebus weteng yang diolah dari berbagai bahan diantaranya; pisang klutuk muda, delima, gula merah, buah-buahan, jeruk bali, cabe, blukang kelapa (kalau ada).
Cara membuat rujak tebus weteng ini sebenarnya sangat mudah, yaitu pisang klutuk muda diparut, buah-buahan serta bahan lainnya diiris, cabe ditumbuk. Kemudian gula jawa dan cabe dididihkan terlebih dahulu sebelum bahan-bahan dimasukkan untuk dimasak hingga matang.
Kapan waktu tebus weteng dilaksanakan?
Pelaksanaan upacara atau do'a tebus weteng biasanya dilaksanakan setelah shalat Isya. Setelah para undangan (bapak-bapak atau mas-mas) hadir, ritual pun akan segera dilaksanakan. Dari mulai sambutan tuan rumah, pengajian, do'a bersama dan acara pembagian berkat.
Inilah ulasan ringkas tentang tebus weteng daerah Brebes. Terima kasih sudah mampir di blog saya!





Kok beda banget ma d tempatku yak..
BalasHapusMasa, Mbak? 😊
Hapussama... paling ku tunggu dari kabar org hamil adalah rujaknya :D
BalasHapusIya, enak sekali😊
Hapus