PUISI



Merindukan Ayah

Oleh: Riana


Hening malam membuaiku pada hembus sang bayu
Butir bening tak terasa mengalir dari sudut-sudut netraku
Hampa, terpaku dalam diam berselimut kesunyian


Sejuta tanya bergelut dalam hati yang perih!
Asa bergelayut dalam angan
Teringat nasib diri, seakan mati!


Ibu…
Haruskah aku marah dengan kebisuanmu?
Haruskah engkau terus membohongi diriku?
Haruskah aku membencimu?


Ibu…
Dimana dia?
Bagaimana wajahnya?
Siapa namanya?


Ya Tuhan…
Purnama sebelas telah pun berlalu
Tetapi, janji ibu tak setia padaku
Sosok ayah yang aku rindu
Tanyaku pada ibu bagai angin lalu


Ibu…
Salahkah jika kumerindu sosok itu?
Seorang ayah tiang bersandarku
Seorang ayah yang siap memarahiku


Ibu…
Izinkan aku mengenalnya
Izinkan aku memeluknya walau hanya sekali saja
Merasakan damai dalam dekapannya
Sebelum ajalku menyapa.


Taichung, 21 September 2019

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca karya recehan saya, apalagi jika mau meninggalkan jejak sebagai krisan atas karya saya yang masih recehan ini.

Postingan Populer