Maju Bersama Keluarga Baru di Konstantinopel





Berdebar hatiku berdebar (cieee kaya lagu๐Ÿ˜‚), inilah yang aku rasakan ketika aku menunggu kabar tentang lulus atau tidaknya mengikuti seleksi open recruitment ODOP. Jeng … jeng … jeng … Alhamdulillah aku lulus seleksi. Bahkan, foto pengumuman kelulusan pun aku unggah di akun Facebookku saking bahagianya. Jadi, pas dulu aku lulus RWC ODOP, aku mendengar kabar bahwa ODOP akan membuka pendaftaran untuk anggota baru. Aku menunggu waktu itu, dengan memantapkan diri tanpa pikir panjang aku pun mengikuti pendaftaran. 

Ketika aku mendapat kabar melalui akun Messenger dari mas Lufti yang berisi: "Mbak, boleh minta nomor WhatsApp? Selamat Mbak lulus seleksi open recruitment ODOP." 

Betapa bahagianya, bahkan bahagianya melebihi ketika ada 'Pak Duda' yang chat bilang suka sama aku๐Ÿ˜‚๐Ÿ™ˆ. Karena menurutku, ini adalah kesempatan emas untuk aku berkembang dan menimba ilmu dalam dunia literasi. Ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri untuk aku yang masih sangat ecek-ecek dalam kepenulisan, dan jujur aku paling lemah dalam tanda baca. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang aku dapat dari ODOP.

Jadi setelah aku masuk grup besar ODOP, kami diberi pengumuman bahwa kami akan dibagi beberapa orang untuk memasuki karantina yang telah ditentukan. Konstantinopel menjadi rumah baru bagiku, yang sebenarnya aku tidak pernah tahu tentang kota tersebut. Entah di bagian negara mana, atau di sebelah mananya negara mana. Yang aku tahu, aku mendapatkan keluarga baru di sini. Mereka yang selalu ramah tamah, saling memberi semangat satu sama lain. 

Yang selalu menjadi penyemangat adalah ketika kami berebut nomor urutan dalam setor tulisan, berapa kali aku berada di urutan pertama. Hingga akhirnya aku tergeser oleh mbak Jihan dan kemudian mas Syaif, dan mereka akhirnya saling berebut untuk menduduki posisi di urutan pertama. Jadi, aku ngalah aja Gaes. Berhubung wifi pun mati tepat jarum jam di angka 12 dan aku memang jarang sekali membeli kuota, jadi aku sudah tidak pernah lagi menduduki posisi di urutan pertama. Biarkan mbak Jihan dan mas Syaif saling berlomba yang kemudian disusul oleh mbak Prajna.

Mbak Prajna? Wah namanya unik ya kaya orang india. Mbak Prajna yang semangatnya antusias sekali, selalu menyempatkan menulis di sela kesibukannya. Mbak Prajna yang hobi membaca komik, sama dengan mbak Jihan. Mas Syaif yang selalu melanglang buana, bermesra dengan aspal dan angin malam. Iya, dengan motor kesayangannya itu dia selalu berkelana mencari jati diri (eh, semoga cepet dapat jodoh juga ya Mas). Mbak Dewi yang selalu aku panggil 'Mbak Dew' yang tidak pelit untuk membagi ilmunya. Dan satu dari keunikan mbak Dew adalah ternyata kita sama-sama suka mengirimkan naskah melalui 'Guratan Pena' yang diselenggarakan oleh Voice Of Indonesia RRI ketika mbak Dew masih melanglang di negeri jiran. Mbak Re yang selalu manggil aku dengan sebutan 'Momi'. Ah … jadi ingat sama mantan yang dulu sering manggil aku dengan sebutan 'Momi bawel'.๐Ÿ˜‚

Di Konstantinopel juga ada 'duo bumil' yaitu mbak Desi dan teteh  Herlin geulis yang aktif dalam memanusiakan manusia. Di tengah kesibukannya, meski tengah berbadan dua dan sedang berdebar-debar menunggu kehadiran debay tapi tidak menyurutkan semangat mereka dalam menulis. "Semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam melahirkan ya duo bumil, dikaruniakan anak yang soleh/saleha." Aamiin. Ada 'duo Lilis' juga di sini, mbak Lilis Indrawati yang berdomisili di Bali. Seorang ibu rumah tangga yang benar-benar membuatku terkagum-kagum karena di usianya yang … (Ah … kata aku mah Mbak Lilis baru 30 plus usianya. Ternyata eh ternyata) semangatnya masih saja berkobar. Juga mbak Lilis Odiah yang berdomisili di Lampung. 

Sebenarnya, kadang ada rasa minder dengan penghuni lainnya. Berbagai profesi dari kalangan ibu rumah tangga, Guru, Mahasiswi, PNS dan hanya aku yang menjadi seorang tenaga kerja wanita. Namun demikian, aku merasa bangga meskipun hanya seorang TKW. Mereka tidak pernah membeda-bedakan justru mereka selalu menyemangati aku. Mbak Rahayu, seorang Guru cantik asli 'Kota Bahari' tetanggaan sama aku. Neng Vera, si Mahasiswi geulis asli Bandung. Juga ada mbak Lasmi, mbak Sari, mbak Arina, mbak Karis Rosida yang jujur aku selalu like dengan tulisannya sejak masih ikut RWC ODOP. 

Eh … hampir lupa, yang lebih menyenangkan itu adalah para pijeh yang ramah tamah, sabar dalam membimbing, semoga juga tumpah ruah semangatnya untuk para anggota yang punya tunggakan hutang tulisan dan juga kami tidak akan berkurang sedikitpun. Dan jangan dibungain ya hutangnya, Mbak dan Mas pijeh! hahahhaha…. 

Mbak Nining yang menyebutku dengan panggilan 'suka nyuntik orang'. Mbak Dian yang menyebutku dengan panggilan 'moderator makanan' dan mbak Nai yang tidak kalah kece, mbak Saki yang tidak pelit ilmu juga. Mas Ilham? Siapa sih mas Ilham itu? Ah … aku ga kenal sama dia, soalnya jarang sekali nongol di grup๐Ÿ˜†. Ya, mas Ilham sibuk di dunia nyatanya sebab itu dia jarang sekali menampakkan diri. But, whatever kalain terbaik untuk kami, para penghuni Konstantinopel.

Apapun itu, kebahagiaan berkumpul dengan kalian adalah sebuah tombak baru untuk terus menggali semangatku. Yang mungkin awalnya memang tidak pernah saling mengenal, tapi berjalannya waktu yang sekarang sudah memasuki awal pekan keempat yang artinya perjalanan kita memasuki setengah dari waktu yang telah ditentukan. Kemudian kita saling akrab satu sama lain, bahkan ada yang seperti Tom and Jerry yaitu mbak Jihan dan mas Syai.๐Ÿ˜† ups keceplosan๐Ÿ™ˆ

Harapanku; semoga kita mampu menaklukkan tantangan demi tantangan setiap pekannya. Jangan jadikan tantangan itu sebagai momok yang menyeramkan, tapi jadikan tantangan itu sebagai awal dari keyakinan dan semangat kita dalam memajukan dunia literasi dan dalam bersastra. Jika bukan kita yang akan mendongkrak semangat untuk anak cucu kita kelak, lantas siapa lagi yang akan terus memajukan dunia kepenulisan? 
"Come on, Gaes! Kita pasti bisa dan harus bisa!"


Taichung, 30 September 2019



Salam Literasi dari sang perantau๐Ÿ˜Š
Thank's for all
Zhen de hen xie-xie nimen!๐Ÿ˜ (Benar-benar berterima kasih pada kalian)
Wo ai nimen๐Ÿ˜˜ (Aku cinta kalian) 




Komentar

  1. Mari taklukkan tantangan, bersama kita bisa ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก
    Masuk finish sama sama ya mak ๐ŸŒน๐ŸŒน

    BalasHapus
  2. Jadi kepo nih, siapa gerangan lelaki duda itu, Mb? Hihihj

    BalasHapus
  3. Spesialis ngukut aspal hadir Bu..

    Sungkem rumiyen ๐Ÿ™‡๐Ÿ™‡๐Ÿ™‡

    BalasHapus
  4. Mbaaaaak aku juga kepo nih. Siapa duda itu wkwkwkwk. Semangaaat Mudah-mudahan lolos semua

    BalasHapus
  5. Siapa tuh dudanya??
    Kepo maksimal ��

    BalasHapus
  6. Mb .. Xie xie udah sering main k rumahku d Tokyo ya. Namaku Lilis juga kebetulan n hari ini aku main k Kontinopel yang ternyata emang kompak banget y, sampai disamakan tema tulisannya. Salut.

    BalasHapus
  7. Baca bagian akhir berasa lagi nonton meteor garden. Wkwkwkkk.... Peluk dari sini mbak Ry sayang. Semangat sampai akhir ya. Btw, bisikin dong siapa dudanya. #ups

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca karya recehan saya, apalagi jika mau meninggalkan jejak sebagai krisan atas karya saya yang masih recehan ini.

Postingan Populer