Ibu, Malaikat tak Bersayap
Oleh; Riana
Ibu, ibu, ibu, baru kemudian bapak. Itulah derajat serta kemuliaan seorang ibu. Makhluk Allah yang paling sempurna di muka bumi ini untuk anak-anaknya. Bahkan di dalam kitab suci Al-Qur'an telah pun tersirat dan tersurat bahwa surga seorang anak ada di bawah telapak kaki ibu, sungguh kesempurnaan yang telah Allah cipta pada kaum Hawa yang bergelar 'ibu'. Ya, ibu adalah Malaikat tak bersayap yang telah Allah Ta'ala kirim untukku.
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)
9 bulan aku hidup dalam rahimnya, sedikitpun tak pernah ia mengeluh sakit meski mungkin ia meraskan dan mengalami morning sickness yang kata banyak orang sangat menyiksa. Bahkan ketika perutnya mulai membesar karena pertumbuhanku pun kian membesar, aku tahu bahwa sebenarnya ia pun merasakan beban yang berat di perut besarnya. Tapi ia tak pernah bosan mengusap perutnya, dan aku merasakan serta menikmati betapa lembut jari jemarinya mengusapku yang masih ada di alam rahim, sebelum pada akhirnya aku pun ditakdirkan untuk menatap indahnya dunia.
Ibu. Makhluk yang penuh dengan kelembutan, welas asih, serta pengertian dan perhatian yang tak terbatas dalam menjaga, merawat serta mendidik anak-anaknya. Itu sebab kenapa ibu mendapat julukan madrasah pertama untuk anak-anaknya. Setiap apa yang seorang ibu ucap, pasti akan ditiru oleh anak-anaknya. Setiap kata yang keluar dari mulut seorang ibu adalah do'a paling mustajab untuk anak-anaknya. Masya Allah sungguh luar biasa peran seorang ibu.
Ketika anak-anaknya terbaring sakit, seakan melayang separuh nyawanya. Andai boleh menawar takdir, biarlah ibu saja yang merasakan nikmat sakit itu. Bahkan, ibu rela untuk tidak memejamkan mata barang satu menit pun. Dengan ketelatenan serta kecemasan yang tergurat jelas di raut wajahnya, ia jaga anaknya yang tengah sakit. Rintih serta rengekan anak membuat sesak dadanya, mencipta perih di sudut hatinya yang paling dalam.
Bibir seorang ibu laksana pintu surga, dengan do'a yang terucap dari bibir ibu adalah cara untuk membukanya. Tentang bahagia yang tercipta, tentang sebuah temu dan perpisahan. Telah pun bergelanyut do'a yang setiap hembus napas terucap, do'a tulus seorang ibu yang akan membawa anak-anaknya pada jalan yang telah Allah Ta'ala ridho'i. Namun, nanar mata ketika aku ingat akan segala tangisannya, segala duka yang entah sengaja atau tidak telah aku cipta dalam hidupnya. Dan aku merasa bahwa aku sangatlah berdosa padanya, aku telah menyakiti Malaikat yang Allah kirim untukku.
Ibu adalah Malaikat tak bersayap yang telah Allah turunkan ke bumi, syurga nyata di dunia dan semoga kelak menjadi surga nyata di akhirat. Seperti apa yang telah pun tersurat dalam kita suci Al-Qur'an:
الـجَنَّةُ تَـحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ
“Surga ada di bawah telapak kaki ibu.”
Aku tak tahu bagaimana membalas semua jasa, pengabdian, tumpah ruah welas asih serta asuh yang ibu beri. Bahkan, aku tak sanggup membalas semua itu. Sedang hingga detik ini pun aku masih saja menyusahkan serta membuatnya menderita.
Hanya dengan do'a yang kubisik pada bumi, berharap langit pun akan menyampaikan semua pada Sang Pemilik Raga. Semoga keberkahan, kesehatan serta limpahan rezeki selalu menjadi nikmat untuk beliau (ibu) juga bapak yang telah memberiku kehidupan hingga detik ini.
Tanpa mereka, apalah aku ini?
Tanpa mereka, akan jadi seperti apa hidupku?
Tanpa mereka, aku takkan sanggup melewati setiap fasenya kehidupan ini.
Tanpa mereka, aku hanyalah seonggok raga yang terombang-ambing tanpa arah tujuan yang pasti.
Jadi, sudahkah kita berbakti pada ibu bapak kita?
Sudahkah kita menghormati dan menjaga surga kita?
Semoga kita semua menjadi anak yang berbakti pada ibu bapak kita. Sejatinya kita tetaplah seorang anak, meski kita telah pun menjadi orang tua kepada anak-anak kita.
Taichung, 13 September 2019



Mom you are my everything ❤️
BalasHapusMy mother is my real paradise😊
HapusI love you, Mom!
BalasHapusIbu, engkau bintang yang paling terang di hatiku 😍 keren kali bunda
BalasHapus